Jumat, 07 Oktober 2011

The Aduhai Itinerary

Peta Kalimantan Barat dan Buku Panduan Tim 11 Kalimantan 2

Saya tidak berbohong atau melebihkan-lebihkan ketika menulis judul di atas. Bahkan kata 'aduhai' itu sudah melesat terlebih dahulu saat saya menerima dan membaca buku panduan dari panitia Aku Cinta Indonesia Detikcom pada acara briefing bersama 60 petualang ACI di gedung Trans TV 1 Oktober 2011 lalu. Marilah saya ceritakan secara singkat...

Setiba di Pontianak pada 20 Oktober 2011 nanti, saya akan langsung mengintip aura Pecinan paling ciamik di Kalimantan terutama saat Imlek dan Cap Go Meh. Yap, Singkawang. Wajar jika penikmat Pecinan seperti saya memiliki ambisi yang cukup berlebihan untuk suatu hari dapat menginjakkan kaki di kota ini. Ya walaupun dalam rangka ACI Detikcom tidak bertepatan dengan festival apapun, anggaplah ini proses perkenalan awal saya dengan si Singkawang. Mungkin tahun depan, atau kapan lah, saya akan kembali ke Singkawang untuk menyaksikan langsung bagaimana para tatung dengan tega menusuk-nusukkan jarum-jarum besi hingga menembus ke kedua pipinya sendiri. Doakan saja, festival Cap Go Meh itu menjadi rejeki saya yang lain. 

Hari berikutnya saya dan teman satu tim akan bergerak menyusuri Sungai Kumba dan trekking di Sohoo untuk mencapai Kampung Sebujit, tempat masyrakat Dayak Bedayuh tinggal. Daripada shock, tak perlu lah saya sebutkan berapa jam yang harus kami habiskan untuk mencapai tempat ini, hehehe! Yang lebih penting, akhirnya saya memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu tiga hari di salah satu kampung Dayak di Kalimantan dengan beberapa kegiatan yang asedap! Mohon sabar menunggu reportase ini ya, pemirsa...

Bergerak keluar dari Kampung Sebujit, saya dan tim akan menempuh perjalanan melalui sungai, darat, dan laut untuk menuju Pulau Kabung. Dari peta Kalimantan Barat segede ranjang yang sudah saya beli kemarin, Pulau Kabung adalah pulau kecil yang terletak di seberang barat kota Singkawang. Kami berencana untuk memancing di bagang! Seperti apa rasanya itu? Entahlah, memancing di empang pun saya belum pernah! Hehehe! I just can't wait doing something new there!

Memasuki minggu kedua di Kalimantan, saya akan (lagi-lagi) melakukan perjalanan darat yang cukup jauh menuju timur, kota Putussibau. Dari sini saya dan tim akan menyusuri Sungai Kapuas menuju Kampung Nanga Bungan untuk bermalam di rumah penduduk selama beberapa hari. Tanpa banyak cingcong lagi, itinerary ini telah menjadwalkan saya untuk melakukan ibadah camping dan trekking di Pegunungan Muller selama enam hari. Hwoaaa!!!  

Tak perlu lah saya ceritakan terlebih dahulu di sini tentang ada apa saja di Pegunungan Muller. Lah wong, saya juga belum pernah ke sana. Yang jelas membaca setiap detil itinerary dari ACI detikcom dan Rakata Adventure ini bikin saya, asli, deg-degan, campur seneng plus kebelet pipis! Hahaha...

Itinerary aduhai ini membuat saya berjanji untuk menikmati setiap decak kagum yang timbul dan rasa lelah yang tiba-tiba muncul. So, I think I'm ready for my first Borneo trip, sodara! Dua puluh hari menjejakkan kaki di Kalimantan Barat. Doakan lancar!

:)

7 komentar:

  1. cool mbak !

    have fun yaaaaaaa :))

    do'akan aku juga bisa menjelajah KALIMANTAN juga :D

    BalasHapus
  2. Put, pegunungan Muller? Kayaknya pernah denger saat kalian ngobrol sama Ayos dan Real saat di Jogja dulu.

    BalasHapus
  3. wah sepertinya petualangannya akan menarik mbak, salam kenal, saya menunggu cerita petualangan sampean di borneo

    salam dari malang,

    BalasHapus
  4. meloooookkkkk.....

    BalasHapus
  5. @sapta: oke, ditunggu ya :)
    @sylvi: : sipp, amin!
    @mas islah: hey, apa kabarrrr?? iyaaa... finally, saya ke Muller duluan, Bung! :D InsyaAllah...
    @pemain kampoeng: salam kenal juga, mas, terima kasih ya :)
    @mas swiss: ayoook budalll! :D

    BalasHapus
  6. ditunggu travel documentary-nya ya Nduk, video ama tulisannya
    be careful.. :)

    BalasHapus