Jumat, 09 Agustus 2013

Lebaran Pertama Jauh Dari Rumah

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, mohon dimaafkan segala khilaf kata dalam blog ini. Lebaran tahun ini pertama kalinya dalam 26 tahun saya ngga di rumah Jember bareng orang tua dan keluarga besar. Tahun ini saya mudik ke kampung halaman suami di Semarang. Kami memang sepakat untuk mudik secara bergantian tiap tahun. InsyaAllah, jika masih dipertemukan dengan Idul Fitri tahun depan, ya kami Sholat Ied di Jember. Begitu seterusnya.

Bulan puasa kemarin saya ngga sempat pulang sama sekali ke rumah Jember. Entah mengapa, tiba-tiba pekerjaan datang menumpuk. Bahkan pada H-4 Lebaran saya masih ada tugas motret di Surabaya Utara. H-1 mengerjakan revisi. Lalu hari ini pun, Lebaran hari kedua, saya baru menyentuh sedikit satu pesanan tulisan dengan deadline tanggal 20 Agustus.

Tapi, bukankah semua tetap harus disyukuri? Masih banyak pengangguran di dunia ini jadi sikat saja pekerjaan-pekerjaan itu, hehe...

Anyway, tidak berada di rumah orang tua sendiri saat Lebaran rasanya memang ada yang kurang. Tidak bisa sungkem langsung. Hanya bisa lewat telepon saja. Pada saat menelepon Mama untuk minta maaf, saya tidak bisa mencegah air mata yang menetes. Padahal belum tentu saat momen Lebaran tahun-tahun lalu saya bisa nangis saat sungkem langsung. Tapi saya berusaha menutupinya, ngga lantas sesenggukan di telepon. Paling tidak, saya menyadari bahwa orang tua tetaplah orang yang akan selalu kita rindu betapa pun bawelnya mereka.

Di rumah mertua, Lebaran hanya dihabiskan dengan silaturahmi dengan tetangga, lantas dengan keluarga inti saja; berenam. Jauh berbeda dengan keluarga Jember yang sehabis Sholat Ied selalu berkumpul di rumah budhe tertua. Puluhan orang tumplek-blek menghabiskan piring demi piring. Keluarga kami memang besar. Pagi itu saya menyempatkan menelpon budhe, dan suara keriuhan itu pun terdengar. Nangis lagi deh jadinya. Haha, kangen bikin cengeng ya ternyata. 

Hm, oke deh, segitu dulu posting Lebaran saya. Selamat makan opor, walaupun saya yakin udah banyak agak eneg, hehe... Maaf lahir batin ya! :)

3 komentar:

  1. kapok... salah sendiri kawin! wehehehehe...

    BalasHapus
  2. saya jug nih... aduhh semoga ga kangen rumah

    BalasHapus
  3. aku baru mau memulai perantauan,,, doakan ya

    BalasHapus