Jumat, 19 Oktober 2012

Turnamen Foto Perjalanan - Ronde 5: Pasar - The Winner Goes To...

Ogi Philardi! (@philardi)

Wanita ini tersenyum manis ketika saya merayunya untuk menurunkan harga Sutra yang ia jual. "Maaf, tidak bisa lebih murah lagi," katanya dalam bahasa Inggris terbata-bata, dan saya pun luluh. Tidak Semua penjual di pasar Chatuchak, Bangkok seramah dia, seperti mengusir dengan kasar ketika kita mencoba menawar sudah biasa di pasar ini. Mungkin karena saya kelihatan seperti pelancong kere? Entahlah. Namun pasar ini memberikan pengalaman tersendiri dengan campur aduk komoditinya, mulai dari oleh-oleh, makanan,binatang peliharaan hingga kerajinan seni berharga jutaan rupiah campur aduk dalam satu pasar.

Tak saya duga, ternyata cukup banyak teman-teman blogger yang hobi blusukan ke pasar saat traveling. Mbak Dina Dua Ransel bahkan ngiming-ngimingi saya tentang souk market  ikonik terbesar di dunia seperti di Madinah dan Maroko yang pernah dia kunjungi. Hmm... Awas kowe, Mbak. :p Bagi saya, pasar selalu menimbulkan atmosfir yang berbeda ketika berjalan-jalan ke kota yang asing. Interaksi sosial, ekonomi, budaya campur aduk di satu tempat. Apalagi yang hobi ilmu bargaining, maka pasar adalah surganya. 

Ogi Philardi beruntung karena menemukan penjual sutra yang ramah di Pasar Chatuchack, Bangkok. Walaupun dia merayu dan menawar sehelai kain bernilai ekonomi tinggi itu, si mbak masih saja mau tertawa manis memamerkan gigi-giginya. Kalau apes, bisa saja lho Mas Ogi Philardi ini di kasih muka sepet bonus umpatan oleh pedagang karena menawar terlalu berlebihan. Well, di situ mungkin seninya berbelanja di pasar. Hanya orang-orang terberkati yang mampu mengasah ilmu tawar-menawar di sana. Eits, jangan salah paham dulu, orang-orang terberkati ini jumlahnya ngga banyak, karena mereka menawar barang bukan dari segi harga saja tapi juga menilik proses dibaliknya. Bayangkan kalau kalian sendiri yang menenun kain atau memintal benang sutra selama berminggu-minggu, apa ya mau dibayar rendah? :)

Dari segi fotografis, saya sebetulnya tak terlalu jago menilai ya. Namun, saya mengagumi bagi siapa saja yang dapat menemukan komposisi pas di tengah keramaian pasar. Makanya itu saya yakin, memotret pasar perlu kejelian. Antara merekam visual dengan menarik sekaligus menyampaikan pesan dibaliknya.

Yasudah itu saja. Terima kasih buanyak buat blogger-blogger yang mau ikutan tema Turnamen Foto Perjalanan kali ini dan ronde-ronde sebelumnya. Ajang yang asik buat nambah temen dan silaturahmi. Selamat sekali lagi untuk Mas Ogi Philardi, prepare for the next round!:D

Cheers,
Putri

PS:
Untuk menilik status terbaru beserta FAQ Turnamen Foto Perjalanan, silahkan cek: Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia
Foto lengkap peserta ronde kelima bisa klik tautan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar